Bangkalan, jtvmaduranews.com – Begitu bunyi gong ditabuh, ratusan anak panah melesat menuju bandul yang menjadi sasaran sebanyak 250 peserta gladen ageng jemparingan yang digelar minggu pagi bertepatan dengan hari ibu yang dipusatkan di alun-alun selatan Bangkalan sebagai upaya melestarikan khazanah budaya yang ada di Indonesia.

Tradisi yang identik dengan keraton Solo dan keraton Yogyakarta karena menjadi agenda keraton ternyata buah pikiran Raja Madura barat atau Raja Bangkalan Raden Prasena yang saat itu menjadi panglima tempur kerajaan mataram, sehingga digelarnya jemparingan di Bangkalan secara marwah mengembalikan jemparingan ke daerah asalnya di bangkalan.

Di Bangkalan sendiri dalam dua tahun terakhir, jemparingan mengalami perkembangan yang pesat , hal ini terbukti banyaknya masyarakat yang sudah menekuni jemparingan bahkan disalah satu institusi pemerintah seperti halnya di Pengadilan Negeri Bangkalan, jemparingan menjadi salah satu olahraga favorit para pengetok palu keadilan bagi masyarakat ini.

“Digelarnya jemparingan di bangkalan ini sebagai upaya peningkatan wisata yang ada di Bangkalan selain pesertanya banyak yang berasal dari luar pulau jawa sekaligus upaya melestarikan budaya nusantara Indonesia,” kata R Abdul Latif Amin Imron , bupati bangkalan

“Ada empat sampai lima pegawai PN Bangkalan yang mengikuti agenda ini selain mengikuti sunnah rasul, jemparingan juga salah satu sarana menyalurkan bakat dan hobi para pegawai PN Bangkalan yang kebetulan banyak yang menyenangi jemparingan ini,” kata Muhammad Bagindo Rajoko,S.H.,M.H., , waka PN Bangkalan

Diharapkan dengan banyaknya agenda budaya yang digelar dibangkalan, semakin banyak pula masyarakat utamanya kaum millenial bangkalan semakin banyak yang mengetahui dan mencintai budaya-budaya warisan leluhur Bangkalan sehingga tidak hilang dilekang waktu. (sahid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here