Sampang, jtvmaduranews.com –  Dalam tahapan seleksi tes urine kepala desa yang dilakukan di Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, beredar informasi yang dilakukan oleh panitia kepada semua peserta pilkades, tak tanggung-tanggung uang penarikan yang dilakukan cukup fantastis yakni antara Rp. 2 juta hingga Rp 3 juta bahkan ada yang diminta Rp. 5 juta setiap peserta calon kepala desa.

Beredarnya informasi tersebut langsung di tanggapi oleh Nasafi Ketua Komisi I dewan perwakilan rakyat daerah Dprd Kabupaten Sampang, Nasafi membenarkan ia menerima informasi ada pungutan saat melakukan tes urine di Bnnp Jawa Timur,  yang di laksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang.

Please accept YouTube cookies to play this video. By accepting you will be accessing content from YouTube, a service provided by an external third party.

YouTube privacy policy

If you accept this notice, your choice will be saved and the page will refresh.

“Terkait masalah tes urine memang ada informasi penarikan dari semua calon, cuma kita masih belom memastikan”.  Kata Nasafi, Ketua Komisi I Dprd Kabupaten Sampang.

Menanggapi hal itu Malik Amrullah membenarkan adanya penarikan uang kepada peserta calon kepala desa, Malik mengatakan biaya yang dikeluarkan tersebut untuk biaya cek kesehatan dan biaya Hotel Bintang Empat di Surabaya.

“Jadi biaya itu memang harus dikeluarkan untuk biaya cek kesehatan dan biaya Hotel Bintang Empat di Surabaya”. Kata Malik Amrullah, Kepala DPMD Sampang.

Selain itu malik menambahkan hal ini sudah melalui proses rapat koordinasi dengan pemerintah daerah yang dipimpin langsung oleh Sekdakab Kabupaten Sampang. (muhdor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here