Bangkalan, jtvmaduranews.com – Satu persatu Bus AKAP, AKDP maupun Bus Pariwisata mulai tanggal 29 Maret 2020 diwajibkan untuk memasuki terminal Bangkalan, hal ini bertujuan sebagai langkah preventif dari Pemkab Bangkalan untuk mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid 19 di Bangkalan khususnya dan Madura pada umumnya.
Sebelum melanjutkan perjalanan seluruh penumpang diwajibkan turun untuk sterilisasi melewati bilik desinfektan yang sudah dipasang di terminal Bangkalan dan menjalani cek kesehatan suhu tubuh dengan menggunakan thermal gun dan setiap mobil penumpang disemprot cairan desinfektan untuk menghilangkan bakteri dan virus.
Berdasarkan data tadi malam pertanggal 30 Maret 2020 sampai dengan pukul 06.00 wib pagi tadi ada sebanyak 3181 penumpang Bus AKAP yang sudah memasuki madura dengan rincian sebanyak 1227 penumpang turun di Bangkalan sedangkan sisanya turun ditiga Kabupaten lainnya di Madura baik Sampang, Pamekasan maupun Sumenep.
“Langkah preventif ini dilakukan Pemkab Bangkalan sebagai pintu gerbang bagian barat Pulau Madura bersama tim satgas Covid 19 beserta TNI-Polri untuk mencegah penyebaran Covid 19 di Pulau Madura, dimana dalam dua hari terakhir ini jumlah penumpang utamanya dari luar kota yang memasuki Pulau Madura mengalami peningkatan,” kata Moawi Arifin , PLT.Kadishub Bangkalan.
Tidak hanya di terminal Bangkalan saja, Dishub Bangkalan juga akan mensiagakan petugas Dishub di beberapa titik pintu masuk pulau Bangkalan seperti di akses Suramadu, Simpang Tiga Tangkel, Pelabuhan Kamal dan beberapa titik lainnya untuk melakukan pengecekan kesehatan khususnya bagi warga Madura yang berasal dari daerah endemis penyebaran Covid 19. (sahid)









