Bangkalan – sempat jatuh bangun merintis usaha ukiran khas Bangkalan, namun tidak menyurutkan langkah seorang Putra Bangkalan untuk menekuni usaha ukiran khas Bangkalan tersebut. Terbukti setelah menggelar pameran di Yunani dan China, saat ini ukiran khas Bangkalan mulai diminati.

Dengan menggunakan perpaduan antara kayu bekas dan kayu baru, ukiran khas Bangkalan mampu menarik minat pembeli di luar Negeri. Ukiran khas Bangkalan memiliki cirri dan bentuk yang terkesan kokoh, berbeda dengan ukiran Jepara yang lebih memperhatikan detail ukirannya. Selain itu, pemahatan ukiran khas Bangkalan juga menggunakan teknik pemahatan yang berbeda dan yang lebih menonjol adalah pemilihan warnanya yang cukup mencolok yakni warna merah, kuning dan hijau.

Menurut Moh. Halik salah satu pengrajin ukiran khas Bangkalan, usaha ukiran tersebut diberi nama Durantik. Ukiran ini memiliki kepedulian terhadap pelestarian pohon, setiap memotong satu pohon maka harus menanam lima bibit pohon di lokasi pohon yang ditebang sehingga dalam jangka panjang jumlah pohon akan terus bertambah. (Ismail)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here