Pamekasan – Abdur Rahman warga Kelurahan Patemon Kecamatan kota Pamekasan merupakan contoh kasus satu dari sekian banyak warga miskin yang tidak terdaftar sebagai penerima program simpanan keluarga sejahtera (PSKS) sebagai kompensasi atas kenaikan harga BBM yang saat ini sedang berlangsung.

Hal ini dimungkinkan karena ketidak profisionalan dari pihak pemerintah dalam melakukan pendataan terhadap warga miskin yang ada sehingga warga yang semestinya berhak mendapatkan bantuan tersebut justru tidak mendapatkan.

Bahkan sebaliknya, banyak sekali warga yang taraf ekonominya cukup malah mendapatkan bantuan PSKS tersebut. Abdur Rahman duda tua yang sudah lama ditinggal mati istrinya ini datang ke kantor wakil rakyat dengan membawa surat pernyataan yang dialamatkan ke lurah Patemon dan ditembuskan ke Bupati Pamekasan serta ke ketua Dprd Pamekasan dan Camat.

Setibanya di kantor Dprd Pamekasan, Abdur Rahman ditemui Ketua Dprd Pamekasan yakni Muhammad Halili Yasin dan ketua komisi satu Muhammad Ismail, Shi.

Dari pertemuan tersebut Ismail berjanjji akan menindak lanjuti apa yang menjadi harapan Abdur Rahman bahkan jika hal itu dianggap penting pihaknya dalam waktu dekat akan turun jalan guna memastikan adanya pendataan yang dinilai tidak tepat sasaran tersebut.

Abdur Rahman yang keseharianya hanya menjadi tukang pijat tardisional berharap dirinya  mendapat PSKS tersebut. (Muhammad Zuhri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here