Kemiskinan kerap kali membuat seseorang harus rela melakukan apa saja termasuk hal yang tidak wajar yaitu membagikan anak mereka ke orang lain yang bermaksud mengadobsinya. Suryati misalnya, ibu kandung dari lima anak ini merupakan tulang punggung keluarga yang sehari-harinya bekerja sebagai buruh cuci dari rumah ke rumah, tidak hanya itu ia juga menjajakan kerupuk singkong bahkan apa saja yang dibutuhkan warga ia lakukan.
Suryati mengaku semua itu dia lakukan untuk menghidupi keluarga karena sang suami Sumarto 42 tahun menderita penyakit komplikasi sejak mempunyai dua anak. Satu-satunya harta berharga yang dimiliki keluarga mereka hanyalah gubuk kecil beratap plastic dan berdinding anyaman bambu yang dipadu dengan spanduk lapuk sebagai penopang terpaan angin.
Hal inilah yang mejadi alasan mengapa Suryati dan Sumarto merelakan anak pertama dan keduanya yakni Ribut dan Rido diberikan ke orang lain asal Bekasi kota Jakarta dengan harapan anak-anaknya dapat merasakan kehidupan yang layak serta dapat mengenyam pendidikan. Penderitaan keluarga ini semakin komplit dengan putri bungsu mereka Riskina yang terlahir cacat kaki sejak lahir.
Hal yang sangat memprihatinkan ini terjadi pada warga yang hidup di lingkungan perkotaan tepatya di Jl. Jokro Atmojo Kelurahan Parteker, Kecamatan kota Pamekasan. Bahkan jarak tempat tinggal mereka kurang lebih 1 kilo meter (km) dari kantor pemerintah Kabupaten Pamekasan. (Muhammad Zuhri)








