Sampang, jtvmaduranews – Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Sampang diusir keluar dari ruang diskusi oleh aktivis Sampang. Pasalnya, pihak Sekretaris PUPR tidak mampu menjawab pertanyaan yang disampaikan oleh aktivis.
Aktivis yang mendatangi kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang ini, mempertanyakan realiasasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sewa alat berat yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) setempat. Diduga hasil dari penyewaan dan anggaran perawatan alat berat tersebut diselewengkan oleh oknum pegawai Dinas PUPR.
“Hasil dari pertanyaan yang diajukan, tidak ada satupun jawaban yang benar. Bahkan dari pihak terkait hanya memberikan cerita dan donging semata. Oleh karena itu, kami akan melaporkan temuan ini ke Kejaksaan Negeri Sampang,” tutur Abdul Hamid, selaku koordinator aksi.
Menanggapi tudingan adanya penyelewengan, Kabid Perbekalan Peralatan dan Penanganan Mutu, Erwin Elmi Syahrial tidak mau berkomentar.
“Kontruksi atau alat yang digunakan saat ini sudah berbeda. Sehingga alat yang dimiliki Dinas PUPR tidak maksimal,” kata Erwin.
Selain itu Erwin juga pesimis untuk mencapai target 220 juta yang sudah ditentukan. Karena pada saat ini, pencapain dari target hanya terealisasi 11% di triwulan ketiga. (muhdor)









