Pamekasan,  jtvmaduranews.com – Dalam rangka melestarikan budaya lokal, Pemerintah Kabupaten Pamekasan menggelar kerapan sapi tingkat Kabupaten tahun 2019.  Kerapan Sapi tradisional ini di gelar di Desa Murtajih Kecamatan Pademawu, Minggu Pagi.

Kerapan sapi ini diikuti oleh enam pasang sapi dari empat kewedanan di Kabupaten Pamekasan, mulai dari Kecamatan Waru, Galis, Pegantenan dan Pamekasan.

Mulai sejak dari pagi penonton sudah memadati lapangan karapan sapi untuk menonton lomba tahunan ini.

“Selain melestarikan budaya, Kerapan Sapi ini sebagai ajang seleksi bagi pemenang untuk bisa bertarung di ajang Piala Presiden berikutnya,” kata Ahmad Sjaifuddin, Kadisparabud Pamekasan

Kerapan sapi tahunan ini dilepas langsung oleh Wakil Bupati Pameaksan, Raja’e. Hadir dalam acara tersebut, Sekdakab, Ketua sementara Dprd Pamekasan, Forkopimda Pamekasan, Kepala Bakorwil Pamekasan, Forkopimda, serta undangan lainnya.

Sementara Wakil Bupati Pamekasan, Raja’e berpesan kepada masyarakat dan pecinta sapi kerrab untuk menjaga sportifitas dan persaudaraan serta tetap melestarikannya.

“Pecinta kerapan sapi harus lebih produktif lagi, sehingga sapi madura nantinya terus mempunyai nilai yang lebih,” kata Raja’e, Wakil Bupati Pamekasan

Pemenang Kerapan Sapi tingkat Kabupaten ini akan bertarung di ajang piala bergilir Presiden Republik Indonesia yang akan bertarung dengan  Kabupaten lain di Stadion Kerapan Sapi RP. Moh. Noer Kabupaten Bangkalan pada 6 Oktober 2019. (hasan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here