Bangkalan, jtvmaduranews.com – Puluhan Mahasiswa yang mengatasnamakan Forum Mahasiswa Lerpak bertepatan dengan hari kesaktian Pancasila 1 Oktober melakukan aksi unjuk rasa di kantor Disdik Kabupaten Bangkalan, untuk menyalurkan aspirasinya terkait masalah pendidikan yang ada di Desanya yang berbanding terbalik dengan pendidikan di daerah perkotaan.
Satu persatu massa aksi berorasi tentang bobroknya pendidikan di Desa Lerpak seperti halnya penggunaan dana bos yang diduga jadi bancakan oknum Kepala Sekolah, minimnya Guru PNS di Desa Lerpak, jam sekolah yang tidak menentu, masuk jam 9 pagi pulang jam 10 pagi, dan kurangnya berbagai sarana dan pra sarana pendidikan di Desa Lerpak serta berbagai permasalahan lainnya baik di jenjang SD maupun SMP .
Pelaksanaan audiensi antara massa aksi dengan Disdik Kabupaten Bangkalan yang diwakili Kabid SD, Kabid SMP, dan Kabid Tendik Disdik Bangkalan sempat memanas karena PLT Kadisdik Bangkalan Bambang Mustika yang ingin mereka temui tak kunjung datang dari Kantor Pemkab Bangkalan sehingga massa aksipun bergeser ke Kantor Kepolisian Polres Bangkalan.
“Terkait dana bos yang menjadi bancakan kami tidak dapat berkomentar banyak karena harus menunggu auditterlebih dahulu , karena tugas kami di Dinas Pendidika. hanya memverifikasi rkas, dan masalah banyaknya PLT Kasek disebabkan karena saat ini Kabupaten Bangkalan memang kekurangan sebanyak tiga ribu Guru dan syarat menjadi Kepala Sekolah selain harus sudah golongan 3C juga harus lulus uji calon Kepala Sekolah”. Kata Bambang B Mustika, PLT. Kadisdik Kabupaten Bangkalan
Ke depan Disdik Bangkalan tahun 2020 akan membuat Aplikasi e-Bos untuk mempermudah Kepala Sekolah menyusun RKAS yang benar dan Aplikasi e-Absen untuk meningkatkan mutu Pendidikan di Sekolah karena ditengarai banyak Guru-Guru yang belum waktunya pulang sudah pulang sehingga dengan Apkikasi ini fungsi kontrol pengawasan Disdik Bangkalan lebih optimal lagi. (sahid)









