Bangkalan, jtvmaduranews.com – Ribuan santri dan santriwati dari beberapa pondok pesantren yang ada di Kabupaten Bangkalan mengikuti apel akbar memperingati Hari Santri Nasional. Yang mana pada tahun ini merupakan pelaksanaan yang keempat kalinya sejak ditetapkannya tanggal 22 Oktober sebagai hari santri oleh Presiden Joko Widodo pada tahun 2015.

Namun berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan apel akbar peringatan Hari Santri tahun 2019 menggunakan bahasa Madura. Baik pembawa acara, pemimpin upacara, bahkan pembina upacara Bupati Bangkalan juga menggunakan bahasa Madura dalam sambutannya.

Peringatan apel akbar Hari Santri di Bangkalan bertambah semarak dengan berbagai atraksi yang ditampilkan para santri dan santriwati di Bangakalan. Seperti atraksi drum band, tari saman dan atraksi bela diri dari perguruan pencak silat Pagar Nusa Bangkalan.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron mengatakan, bahwa penggunaan bahasa Madura dalam upacara Hari Santri kali ini, merupakan salah satu wujud pelestarian budaya lokal khususnya bahasa Madura, yang saat ini sudah mulai terkikis.

“Banyak generasi-generasi muda yang tidak mengerti bahasa Madura. Sehingga kedepan diharapkan para orang tua tetap memberikan pendidikan dan penggunaan bahasa Madura dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Ra Latif.

Dengan peringatan Hari Santri yang tahun ini mengusung tema “Santri Unggul, Indonesia Makmur, Santri Indonesia untuk Perdamaian Dunia,” diharapkan santri berani bicara “enggi” pada setiap kebenaran walaupun tidak ada orang yang mendukungnya dan bicara “bunten” pada setiap kebathilan meskipun banyak orang yang mencercanya. (sahid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here