Bangkalan – Sejumlah Mahasiswa yang tergabung dalam KOHATI Komisariat Hukum Cabang Bangkalan menolak hari valentine yang biasanya diperingati setiap tanggal 14 februari dengan mencanangkan hari menutup aurat. Hal ini dilakukan dengan cara menggelar aksi sosial membagi-bagikan hijab dan koko secara gratis pada (14/02/2017).
Aksi sosial bagi bagi hijab dan koko gratis yang dilakukan KOHATI HMI Bangkalan diperempatan jalan A. Yani ini, menarik perhatian banyak pengendara yang melintas, baik roda dua ataupun roda empat. Aksi ini dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat bangkalan bahwa valentine bukan tradisi yang sesuai dengan nilai-nilai islam. “tidak sepatutnya kita sebagai muslim dan muslimah memperingati hari valentine” kata Fitrotul Mubarokah, Kordinator Aksi.
Dalam aksi sosial ini, Sebanyak 200 hijab dan baju koko diberikan secara gratis kepada setiap pengendara yang melintas baik roda dua ataupun roda empat. “hijab dan koko yang diberikan secara gratis ini, merupakan hasil sumbangan dari mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dan masyarakat bangkalan”. Sambungnya.
Selain bagi-bagi hijab dan koko secara gratis, Mahasiswa KOHATI HMI Komisariat Hukum Bangkalan ini juga membawa poster berisi pesan kepada masyarakat. Pesan ini bertuliskan: hadiah terbaik dari muslimah untuk ayahnya adalah menutup aurat dengan sempurna, karena terbukanya aurat seorang anak adalah neraka bagi ayahnya. (Ismail Hasyim/Moch Sahid/jmnc)









