Moh. Hasan : jmnc
Para pendukung salah satu calon tidak puas dengan hasil penghitungan surat suara, massa melakukan unjuk rasa di depan kantor KPU pamekasan,demo tersebut berakhir ricuh degan kemaanan yang mecoba menghalangi, namun ini hanyalah simolasi pengemanan pilkada serentak yang akan berlangsung pada bulan juni mendatang, sebagai bentuk kesiapan POLRI, TNI, dan Aparatur Pemerintah.
Berawal dari kericuhan penghitungan surat suara di tempat pemungutan suara (TPS), salah satu saksi dari salah satu calon tidak terima dengan hasil penghitungan surat suara, karena diduga ada kecurangan sehingga meminta untuk dihitung ulang.
Para pendukung salah satu calon tidak puas sehingga melakukan unjuk rasa di depan kantor KPU pamekasan,
Di depan kantor KPU pamekasan meminta kepada komisi pemilihan umum (KPU) untuk menghitung ulang, namun permintaan tersebut tidak diindahkan sehingga para pendemo mencoba mendorong sehingga terjadi kericuhan.
Namun ini hanyalah simolasi pengemanan pilkada serentak yang adak berlangsung pada bulan juni mendatang, sebagai bentuk kesiapan kepolisian, TNI, dan Aparatur Pemerintah.
Kapolres pamekasan AKBP Teguh Wibowo mengatakan bahwa pihaknya telah meibatkan 320 personil, ini bentuk simolasi saat mengahadapi eskalasi yang meningkat, kegiatan ini bertujuan untuk kesiapan pihak kepolisian, TNI dan apartur pemerintah dalam melaksanakan pengamanan dalam pilkada kabupaten pameksan dan PILDGUB jawa timur mendatang.
Kabupaten pamekasan adalah salah kabupaten yang akan menyelenggarakan pilakda serentak yang ada di pulau madura ini, simolasi pengaman pilkada dilakukan sebagai bentuk kesiapan petugas POLRI, TNI, Dan Aparatur Pemerintah dalam menghadapi situasi yang tidak diinginkan dalam pilkada mendatang.









