Banyak cara yang dilakukan masyarakat untuk mengisi waktu sebelum beduk buka puasa berbunyi, terutama bagi anak-anak yang ada di Kabupaten Sumenep. Anak-anak ini ngabuburit dengan bermain meriam bambu, permainan ini merupakan permainan turun-temurun dan sangat digemari tidak hanya kalangan anak-anak tapi juga orang dewasa.

Pembuatannya pun tidaklah sulit, pertama menyiapkan bambu yang besar kemudian dipotong sepanjang 80 cm, setelah itu bagian depan bambu diberi lubang. Sementara di bagian belakang juga diberi lubang dengan ukuran kecil yang digunakan untuk sumbu. Jadilah meriam bambu yang siap untuk menjadi permainan.

Meriam bambu yang telah siap kemudian diisi dengan karbit yang dicampur dengan air, lalu di bagian depan meriam bambu ditutup agar asap tidak keluar. Setelah itu obor yang disediakan untuk membakar sumbu, permainan inilah yang disukai oleh sejumlah anak-anak tepatnya di Desa Tenunan, Kecamatan Manding, Kabupaten Sumenep karena bunyi ledakannya yang cukup nyaring.

Ahmad Junaidi salah satu anak-anak yang menyukai permainan Meriam Bambu mengatakan, setiap menunggu beduk buka puasa, dirinya bersama teman-temannya mengisi waktu dengan bermain meriam bambu. Dirinya mengaku sangat menyukai permainan meriam bambu sebab selain tidak berbahaya permainan meriam bambu juga lebih hemat. Permainan yang cukup unik ini begitu sangat menghibur bagi anak-anak, bahkan orang dewasa yang melihatnya meskipun sesekali harus menutup telinga karena mendengar bunyi yang keras saat meriam bambu dimainkan. (Syaiful Anwar dan Roni Hartono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here