Semua ruangan komisi mulai komisi A, B, C dan D di kantor dewan perwakilan rakyat daerah (DPRD) Kabupaten Sumenep terlihat kosong, tidak satupun anggota legislatif yang terlihat masuk. Ternyata sebanyak 50 anggota legislatif saat ini tengah menjalani reses di dapilnya masing-masing mendahului pembahasan RAPBD 2015 yang telah molor dari jadwal semestinya yaitu pada pertengahan tahun 2014.

Bukan hanya pembahasan RAPBD 2015 yang terbengkelai namun masih banyak lagi hal lain yang masih dibiarkan termasuk pembentukan alat kelengkapan seperti badan kehormatan atau (BK) dan badan legislasi (Baleg) hingga saat ini belum juga rampung sehingga menghambat proses pembahasan RAPBD 2015. Sarkawi salah satu warga asal Kecamatan Kalianget kabupaten setempat mengaku dirinya menyanyangkan terhadap sikap anggota legislatif yang lebih mementingkan plesiran dari pada penyelesaian RAPBD 2015 yang mana berguna kelancaran pembangunan di Kabupaten Sumenep. Jika di bulan ini belum juga dibahas kinerja dewan dianggap sudah tidak serius dan perlu dipertanyakan.

Sementara Moh. Mulki sekertaris Dprd Sumenep membenarkan banwa seluruh anggota legislatif sebanyak 50 orang tersebut saat ini tengah menjalani reses di daerah pemilihannya masing-masing selama 6 hari dengan menghabiskan anggaran sedikitnya lima ratus juta lebih. Setelah selesai reses menurut pihaknya baru akan menggenjot pembahasan RAPBD 2015 dan mengklaim akhir bulan ini akan tuntas. Mulki menambahkan molornya pembahasan RAPBD 2015 disamping karena anggota legislatif banyak yang baru yang belum berpengalaman juga banyaknya persoalan di internal sehingga menghambat penuntasan RAPBD 2015. (Syaiful Anwar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here