Suidah 34, seorang pengrajin gerabah di Desa Sumedangan, Kecamatan Pademawu, Kabupaten Pamekasan yang tak menyerah begitu saja terhadap keadaan yang kurang mendukung yakni pasca naiknya harga BBM dan musim hujan yang membuat harga dan produksi grabah merah hasil karyanya semakin menurun.

Ibu 4 anak tersebut tetap mengerjakan usahanya dengan alasan sudah tidak punya pilihan lain untuk mencari nafkah demi memenuhi kebutuhan keluarganya. Setiap hari biasanya mampu membuat kurang lebih 50 buah gerabah, namun musim hujan saat ini bisa berkurang hingga lima puluh persen. Bahkan penyusutan ini tidak hanya terjadi pada produksinya saja melainkan terjadi juga pada sulitnya pemasaran pasca kenaiakan harga BBM yang juga membuat harga gerabah ikut naik. Meski Suidah sudah puluhan tahun menekuni kerajinan gerabah, namun hingga saat ini belum terlihat adanya upaya dari pemerintah utamanya Pemkab Pamekasan memberikan solusi agar kerajinan gerabah ini bisa mudah memasarkan hasil kerajinannya. (Mohammad Zuhri dan Syaiful Ridho)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here