Tingginya curah hujan yang mengguyur kota Pamekasan selama satu jam lebih (05/12) mengakibatkan saluran air dalam got meluap sehingga menyebapkan jalan raya Jokotole digenang air bahkan sampai ke rumah warga setempat. Tak hanya itu kendaraan roda dua pun mati akibat genangan air tersebut.
Banjir tersebut terjadi di depan kantor Disperindak (dinas perdagangan dan perindustrian) dan kantor Jasa Raharja Pamekasan yang tingginya mencapai lutut orang dewasa sehingga aktifitas warga terganggu, bahkan salah satu warga harus menyongkel saluran air agar air yang menggenang jalan tersebut mengalir. Sementara saluran air yang tidak berfungsi tersebut diakibatkan banyaknya sampah yang ada dalam got dan trotowar yang dibiarkan rusak apalagi renovasi pembangunan got maupun trotowar masih belum dilakukan sampai saat ini sehingga warga sempat mengeluh karena got atau trotowar dibiarkan mangkrak, hal ini disampaikan oleh warga setempat yakni Taufiqur Rahman, Moh. Hadi, dan Hosen. Sementara Moh. Khoiri pengendara motor dari Desa Larangan mengatakan dalam tiap tahun selama musin hujan di jalan Jokotole memang selalu tergenang air apalagi luapan air dari dalam got ditambah hujan deras yang berjam-jam. Pihaknya berharap agar pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan segera melakukan pembangunan saluran air di jalan Jokotole agar tidak mengganggu lalu lintas. (Mohammad Zuhri dan Syaiful Ridho)









