Ratusan penumpang lintas Kalianget, Kangean, dan Sapeken terlantar di Pelabuhan Kalianget. Pasalnya sejak Jumat pagi tadi tak ada satupun kapal yang berlayar akibat cuaca di perairan Kabupaten Sumenep masih ekstrim dengan ketinggian gelombang 3 meter dan kecepatan angin 30 hingga 40 knot perjamnya. Selain terjadi penumpukan penumpang, terlihat pula puluhan mobil pengangkut sembako yang antri di pelabuhan tersebut guna menunggu kepastian kapal berlayar.

Petugas administratur pelabuhan Fajar Sidik mengatakan, saat ini pihaknya menerapkan sistem buka tutup di Pelabuhan Kalianget karena mengingat kondisi cuaca di perairan Sumenep belum bersahabat. Sehingga untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan, pihaknya tidak mengeluarkan surat izin berlayar. Fajar menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dengan BMKG (Badan Meteorology, Klimatologi, dan Geofisika) Surabaya untuk mengetahui kondisi cuaca di perairan Sumenep, apabila kondisi cuaca sudah membaik pihaknya akan langsung mengeluarkan surat izin berlayar kepada para operator pelayaran agar tidak terjadi penumpukan penumpang dan mobil sembako di pelabuhan tersebut. (Syaiful Anwar dan Roni Hartono)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here