Sumenep, jtvmaduranews.com – Sejak satu bulan terakhir, debit air di tiga sumber mata air dan dua belas sumur milik PDAM kabupaten Sumenep, menyusut drastis.
Salah satunya sumber air taman lakek, debit airnya menyusut dari lima puluh hingga tujuh puluh persen.
Ketinggian debit air di sumber air tersebut, yang bisa mencapai delapan puluh hingga seratus centimeter, namun sejak satu bulan terakhir, maksimal ketinggian debit air hanya tiga puluh centimeter.
Akibatnya, distribusi air ke tiap-tiap daerah yang membutuhkan air bersih menurun drastis. Mengakibatkan dampak buruk bagi setiap daerah yang memang langka dari sumber mata air.
“Pihak PDAM saat ini terpaksa memberlakukan sistem buka tutup dalam pendistribusian. Karena jika tidak, sumber air akan mengering. Disamping itu, jika dipaksakan, pompa air akan rusak karena tidak bisa memompa air, sebab ketinggian air semakin berkurang.” Kata Ach. Supandi, Direktur PDAM.
Setiap musim kemarau, debit air PDAM selalu berkurang. Akibatnya, suplai air ke daerah yang membutuhkan air bersih menurun drastis.
Di samping itu, pendapatan PDAM juga sering defisit, seiring permintaan daerah yang yang mengalami krisis air di Sumenep terus meningkat. (wildan)









