Sampang, jtvmaduranews.com – Kerusuhan di Wamena papua harus dialami Muktasim pemuda dua puluh tiga tahun asal Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur.

Muktasim terpaksa merantau ke Wamena untuk menafkahi ibu dan adiknya. Muktasim menjadi tulang punggung keluarga setelah ayahanda meninggal dunia. Muktasim pun harus membiayai pengobatan sang ibu yang lumpuh selama dua belas tahun.

Niat hati untuk mencari rezeki di perantauan, namun sayang kini niat Muktasim pupus sudah akibat kerusuhan di Wamena. 

Akibat kerusuhan di wamena tersebut, Muktasim terpaksa dipulangkan demi keamanannya. Muktasim pun bingung mau bagaimana setelah dipulangkan dari Wamena. Sebab meski menjadi tukang ojek, di Wamena Muktasim bisa mendapatkan penghasilan yang layak.

“Niat dan tujuan keluar saya ingin mencari nafkah orang tua. Karna orang tua saya sakit sudah 12 tahun, dan bapak saya sudah meninggal” Kata Muktasim, Korban Kerusuhan Wamena.

Ibu Muktasim sempat khawatir saat melihat berita di televisi ada kerusuhan di Wamena. Namun setelah anaknya kembali ke Madura hayati bersyukur anak pertamanya ini pulang dengan selamat.

“Saya bersyukur atas anak yang pertama saya pulang dengan selamat”. Kata Hayati, Ibu Muktasim.

Muktasim berharap, pemerintah bisa membatu dan memberikan solusi kepada korban kerusuhan Wamena. (muhdor)

Please accept YouTube cookies to play this video. By accepting you will be accessing content from YouTube, a service provided by an external third party.

YouTube privacy policy

If you accept this notice, your choice will be saved and the page will refresh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here