Sumenep, jtvmaduranews.com – Sambil membentangkan poster berisi protes mengenai sulitnya pelayanan pembuatan KTP, kartu keluarga serta akte kelahiran untuk warga di kepulauan, yang hingga saat ini belum juga teratasi, pengunjuk rasa juga berorasi menuntut Plt Disdukcapil Sumenep, agar membuat fasilitas percetakan di Kepulauan. Sebab selama ini warga kepulauan sangat kesulitan untuk membuat KTP, KK dan akte kelahiran.

Demi membuat sebuah KTP, warga kepulauan harus kedaratan dengan mengeluarkan uang banyak untuk biaya transportasi sampai 500 ribu rupiah. Bahkan untuk warga pulau Kangean, bisa mengeluarkan biaya hingga satu jutaan rupiah setiap kali jalan. Ini sangat memberatkan warga kepulauan termasuk bagi warga yang tidak mampu.

Menurut pengunjuk rasa, solusinya harus dibuatkan kantor percetakan KTP, KK dan akte kelahiran di kepulauan. Sehingga warga tidak perlu lagi ke daratan.

Sementara, Plt Disdukcapil Sumenep mengatakan akan menampung aspirasi masyarakat kepulauan.

“Pihak kami akan berkordinasi termasuk dengan Bupati Sumenep, terkait tuntutan pengunjuk rasa”. Kata A. Basid, Plt Disdukcapil Sumenep.

Tidak puas dengan Basid, pengunjuk rasa memaksa Plt disdukcapil tersebut untuk menandatangani kertas karton yang berisi keseriusan kometmen pihak pemerintah untuk memberikan pelayanan maksimal terhadap warga kepulauan.

Tidak ada kericuhan dalam aksi ini, karena mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian yang melakukan pengamanan. (syaiful/wildan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here