Bangkalan, jtvmaduranews.com – Modern dan megah, itulah gambaran awal pembangunan pasar tanah merah yang ada di Bangkalan , sebagai salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan arus lalu lintas yang kerap menjadi sorotan publik khususnya pada saat hari pasaran setiap hari sabtu, dimana arus kemacetan di jalan nasional ini bisa mencapai 3 sampai 5 kilometer lebih.
Pembangunan pasar tanah merah sendiri bersumber dari bantuan keuangan provinsi jatim tahun anggaran 2019 dengan rincian pagu 200 juta untuk perencanaan dan pagu sebesar 20 milliard yang diserap sebesar 19 koma 7 milliard untuk fisik operasional pengawasan.
Namun sayang kemegahan dan kemodernan bangunan pasar dengan dua lantai ini dimana nantinya akan ada sebanyak 176 kios masih belum bisa ditempati oleh para para pedagang dikarenakan masih menunggu selesainya pembangunan pasar hewan yang letaknya persis berada dibagian belakang bangunan utama pasar tanah merah .
“Pembangunan pasar ini untuk mengurangi dampak becek dan bau yang kerap dikeluhkan oleh masyarakat sedangkan khusus pasar tanah merah untuk mengurangi kemacetan arus lalu lintas yang menjadi salah satu penyebab kemacetan yang terjadi di Madura,” kata Tanto , kabid pengelolaan pasar dinas perdagangan Kab.Bangkalan.
Sementara waktu, para pedagang yang sebelumnya ada di pasar tanah merah dan aktifitas pasar hewan dipindahkan ke lokasi lain yang letaknya berjarak kurang lebih satu kilometer dari pasar tanah merah sampai dengan pembangunan pasar polowiji dan hewan tanah merah selesai secara keseluruhan . (sahid)








