Tiga gedung sekolah SMPN 1 Kabupaten Sampang ambruk saat kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. Bangunan yang ambruk diantaranya satu ruang guru dan dua ruang kelas, runtuhnya gedung tersebut diduga termakan usia, akibatnya belasan siswa dan guru tertimpa bangunan yang roboh sehingga mengalami luka-luka. Para korban segera dievakuasi ke rumah sakit umum daerah (RSUD) setempat untuk medapatkan perawatan intensif.

Seluruh murid dikeluarkan dari ruang sekolah untuk menghindari reruntuhan bangunan susulan. Sebagian siswa dan guru mengevakuasi para korban yang luka ringan dan luka berat. Sejumlah wali murid panik dan langsung menuju sekolah, sebagian wali murid menangis melihat putranya jadi korban runtuhnya bangunan sekolah.

Menurut Baskoro salah satu siswa, bangunan sekolah roboh pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Tiba-tiba atap gedung berbunyi dan langsung genteng dan kayu ambruk mengenai siswa termasuk dua guru, akibatnya mereka memengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. Untuk mengantisipasi terjadinya reruntuhan lanjutan, polisi melarang warga untuk mendekati tempat kejadian perkara (TKP) dengan memberi garis police line. Berdasarkan data yang dihimpun Reporter JTV Madura, sebanyak 13 siswa menjadi korban runtuhnya bangunan dan 2 guru yaitu Sri Mawarni (Guru) dan Roib kepala sekolah (Kepsek) SMPN 1 Sampang. (Fathor Rozi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here