Penyeberangan Madura–Surabaya terpaksa berhenti total untuk sementara waktu. Hal ini dikarenakan tiga dermaga di Pelabuhan Kamal tidak bisa dipakai sejak siang tadi.
Penghentian aktivitas bongkar muat penumpang dan kendaraan tersebut dilakukan setelah sebuah Truk mengalami kerusakan tepat diatas dermaga tiga Pelabuhan Kamal.
Truk bermuatan besi tua ini rusak setelah as roda depan patah, kondisi ini tentu saja menghalangi aktivitas di pelabuhan tersebut sebab dermaga lain di pelabuhan ini yaitu dermaga satu dan dua sedang dalam proses perbaikan setelah sebelumnya rusak parah.
Truk mengalami kerusakan tepat di atas pintu kapal KMP selat Madura satu sehingga kapal tersebut tidak bisa bergerak sama sekali karena salah satu bagian kapalnya tergencet bodi truk.
Kerusakan truk terjadi diduga karena muatannya berlebihan, sementara truk sendiri merupakan kendaraan tua, pihak pelabuhan pun mengaku rugi dalam jumlah besar karena aktivitas pelabuhan yang dihentikan.
Bodi truk menutupi dermaga sehingga tidak bisa dilewati kendaraan baik untuk masuk maupun keluar dari dalam kapal terpaksa aktivitas bongkar muat kapal di Pelabuhan Kamal dihentikan.
Begitu pula dengan Pelabuhan Perak Surabaya, bagi Kapal Ferry dengan tujuan Madura juga dihentikan. Angga Praja salah satu petugas PT ASDP Pelabuhan Kamal tidak bisa memastikan kapan aktivitas bongkar muat penumpang ini bisa kembali berjalan normal.
Akibat tidak bisa menyeberang dengan kapal, para penumpang pejalan kaki di pelabuhan ini terpaksa menggunakan kapal motor milik nelayan setempat yang biasa disebut dengan “Ojek Kapal” mereka harus mengeluarkan biaya sepuluh ribu rupiah untuk bisa ke Surabaya. (Ismail Hasyim)








