Sumenep, jtvmaduranews.com – Puluhan lapak para pedagang yang dijadikan tempat menjajahkan dagangannya, di bundaran pasar tradisional anom baru Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, senin pagi digusur oleh pemerintah setempat, akibatnya barang milik pedagang terpaksa dievakuasi ke toko milik orang yang berada disekitar karena bangunan semi permanen miliknya tersebut hampir rata dengan tanah.
Dari adanya penggusuran tersebut, puluhan pedagang sesali pihak pemerintah setempat, karena pada sebelum tidak ada sosialisasi terlebih dahulu kepada para pedagang, bahkan saat penggusuran para pedagang kebingungan untuk mengamankan barang dagangan miliknya,
“Seharusnya sebelum direlokasi pemerintah daerah terlebih dahulu menyiapkan tempat relokasi terlebih dahulu sehingga ketika dibongkar tidak kebingungan untuk memindahkan barang dagangan,” kata Karsono, pedagang elektronik
Sementara, pihak pemerinah setempat melalui dinas perindustrian dan perdagang kabupaten sumenep, menyampaikan, pihaknya sudah memberitahukan sebelum direlokasi, hanya saja jumlah lapak pedagang selalu berubah, bahkan pihaknya menyediakan lahan untuk lapak pedagang sebanyak 84 kios.
“Kami sudah mendata pedagang yang ada di bundaran pasar itu, tapi jumlahnya terus bertambah. Makanya ada yang belum mendapatkan bagian tempat. Kami hanya menyediakan 84 kios, sesuai pendataan pertama,” kata Agus Dwi Saputra
Dari lahan alokasi yang sudah disediakan oleh pihak pemerintah yang sudah bekerjasama dengan pihak pemilik lahan terkait di Pasar Anom Baru Sumenep, akan menjamin kepada para pedagang tidak akan ada penggusuran lapak lagi karena lahan yang akan ditempatinya saat ini sudah ada perjanjian dengan pihak pemerintah. (syaiful,wildan)









