Pamekasan, jtvmaduranews.com – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Pamekasan, Madura  berujuk rasa ke DPRD Pamekasan.

Mereka berjalan kaki sejauh sekitar 1 kilo meter dari arek lancor menuju DPRD Pamekasan. mereka menolak pemerintah rencana kenaikan iuran BPJS Kesehatan pada tahun 2020 mendatang.

Kenaikan iuran BPJS kesehatan hingga 100 persen diyakini akan semakin menambah kesengsaraan bagi masyarakat apa lagi bagi masyarakat menengah ke bawah.

Karena itu, mereka meminta sistem BPJS supaya dievaluasi dan pemerintah seharusnya hadir untuk memberikan pertolongan dan pengayoman kepada masyarakat terkait persoalan kesehatan yang menjadi prioritas utama.

“Kami menolak Peraturan Presiden (Perpres) nomor 75 tahun 2019 tentang perubahan atas Perpres nomor 82 tahun 2018 tentang jaminan kesehatan. yang mana kenaikan iuran terjadi diseluruh peserta mandiri kategori Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) dan peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI). kareana kenaikan hingga 100 persen ini sangat mencekik terhadap masyarakat,” kata Akhmad Hokim, selaku ketua umum HMI Cabang Pamekasan

Aksi ini disambut baik oleh pihak DPRD Pamekasan yang juga sepakat menolak iuran BPJS Kesehatan. namun mahasiswa akan terus mengawal tuntutannya tidak hanya diterima oleh DPRD namun  juga meminta bersama sama untuk di sampaikan ke Pemrintah Pusat. (hasan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here