SAMPANG, jtvmaduranews.com – Setelah pelaksanaan kegiatan penyekatan kendaraan di perbatasan Sampang-Pamekasan di Jalan Raya Omben, Sampang. Beredar video di mendsos yang berisi ajakan untuk membubarkan penyekatan yang dilakukan TNI-Polri dan Pemkab Sampang dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19.
Video dinilai berpontensi meresahkan masyarakat, pihak kepolisian langsung mencari pembuat video dan perekam suara untuk dimintai klarifikasinya atas perbuatan itu.
Kapolsek Omben Polres Sampang Ipda Andrik Soejarwanto mengatakan, kegiatan penyekatan dan tes swab antigen di Desa Madulang, Kecamatan Omben,Kabupaten Sampang berjalan lancar dan aman. Namun setelah selesai pihaknya menemukan video yang beredar di media sosial, bahwa kegiatan tersebut dibubarkan oleh warga.
“Kita melaksanakan kegiatan penyekatan tes swab antigen waktu itu bersama Satuan Gugus Tugas Kecamatan Omben, Hasilnya negatif semua dan pada waktu pelaksanaan berjalan dengan keadaan aman, tertib dan sampai selesai. Setelah itu, kita dapat informasi bahwa ada video yang seakan-akan mengusir kegiatan kita. Makanya kita mencarinya dan kita klarifikasi kepada yang bersangkutan,”katanya, Senin (21/06/2021).
Lebih lanjut Ipda Andrik menjelaskan, perekam video tersebut merupakan warga setempat bernisial H, M, dan R kemudian dibawa ke polsek Omben untuk dimintai keterangan. Saat dimintai keterangan kata Ipda Andrik mereka mengaku khilaf dan meminta maaf kepada Pemerintah Daerah Sampang dan pihak kepolisian.
“Mereka mengakui bahwa di video itu suaranya mereka, makanya minta maaf dan mengakui perbuatannya. Sedangkan motif dari pembuatan video tersebut mengaku hanya iseng dan bercanda saja. Makanya jangan ditiru perbuatan itu,” ujarnya. (Muh/San)









