Sumenep, jtvmaduranews.com – Desa Sabuntan Kepulauan Sapeken yang saat ini  kondisinya memanas dan tidak kondusif pasca pemilihan kepala yang membuat resah, karena banyaknya ancaman tindakan pembunuhan dan kriminal lainnya terhadap warga, tak heran jika saat kapolres datang, ratusan warga terus memohon perlindungan kepada kapolres agar daerahnya kembali kondusif seperti semula.

Saat Kapolres Sumenep tiba di pelabuhan Desa Sabuntan Kecamatan Sapeken Pulau Sapeken, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, yang di sambut ratusan warga beserta papan yang masih tertampang dengan bertuliskan penolakan terhadap kepala desa terpilih.

Dari permasalahan itu polisi akhirnya mengumpulkan para tokoh disaksikan oleh seluruh warga dan menggelar diskusi terbuka untuk mencari solusi pasca kisruh pilkades waktu lalu.

“Rela dilakukan pemekaran desa, karena merasa terdiskriminasi pasca pilkades, pihaknya menolak kades baru yang berasal dari Pulau Sepangkor, karena dianggap tidak melibatkan warga Sabuntan saat pilkades waktu lalu,” kata Imaduddin , tokoh Desa Sabuntan.

“Permasalahan diskriminasi dan pengancaman sangat meresahkan warga, hingga kami merasa sangat perlu turun langsung untuk mencari jalan keluar, akan tidak ada kisruh yang terjadi lagi,” AKBP Deddy Supriyadi , kapolres Sumenep.

Akhirnya, warga kembali kondisif, setelah di carikan jalan keluar, sekaligus kedua belah pihak yang bersiteru di pertemukan, tidak lupa polisi juga akan memberikan pengamanan lebih ekstra agar tindakan diskriminasi dan ancaman kriminal tidak kembali terjadi. (wildan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here