Sejumlah mahasiswa yang menggelar aksi unjuk rasa di halaman kantor Pemkab (pemerintah kabupaten) Pamekasan berujung ricuh. Kericuhan tersebut bermula saat mahasiswa tersebut meminta Bupati Pamekasan Ahmad Syafi’i segera menemui mereka untuk memberikan penjelasan dan mempertanggung jawabkan terkait sejumlah persoalan pembangunan di kota Gerbang Salam yang selama ini cendrung curat-marut.

Mulai dari soal lemahnya pengawasan terhadap sejumlah proyek pembangunan serta banyaknya persoalan sosial yang selama ini dinilai bupati tutup mata terhadap banyaknya korban bencana seperti kekeringan yang selama ini melanda Kabupaten Pamekasan. Kendati demikian pemerintah terkesan tutup mata sehingga tidak ada terobosan agar bisa mengetaskan semua persoalan yang dinilai cukup krusial tersebut.

Selang berapa jam kemudian setelah aksi demo yang pertama selesai, kantor Bupati kembali didatangi sejumlah demonstran dari kelompok mahasiswa yang berbeda yang dipelopori Hamdi. Kericuhan pun kembali pecah saat emosi mereka terpancing lantaran bupati juga enggan menemui mereka, kericuhan yang diawali dengan aksi dorong tersebut berkembang hingga adanya aksi pengrusakan sejumlah tanaman hias serta pot bunga di halaman kantor bupati.

Tidak puas dengan aksi brutal di halaman kantor bupati massa dari samar ini semakin membabibuta dengan berbalik arah menyerang kantor Pendopo Bupati Pamekasan. Meski pintu utama pendopo sudah berhasil ditutup oleh petugas akan tetapi massa berhasil menerobosnya. Setelah sampai di peringgitan depan pondopo massa menaiki meja kaca hingga pecah.

Selain merusak sejumlah inventaris Pemkab, aksi brutal ini juga mengakibatkan sejumlah wartwan televisi swasta menjadi korban amuk massa hingga terjadi luka seperti yang dialami Fathur Rosi serta Ahmad Baihaki. Keduanya merupakan salah satu wartawan televisi swasta hingga mengalami luka di bagian tangan saat melakukan peliputan demo anarkis tersebut. (Muhammad Zuhri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here