Meski rencana kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) hingga hari ini belum terealisasi, namun telah memicu naiknya sejumlah kebutuhan seperti sayur-mayur dan bumbu dapur lainnya. Di pasar tradisional Kolpajung Kota Pamekasan misalnya harga sayur-mayur sudah mengalami kenaikan sejak tiga hari lalu. Kenaikan rata-rata sekitar seribu rupiah hingga tiga ribu rupiah untuk semua jenis sayur.
Sementara kenaikan harga yang paling tinggi terjadi pada cabe rawit merah yang semula 12 ribu rupiah perkilogram kini menjadi 28 ribu rupiah dan lombok merah yang sebelumnya 14 ribu rupiah kini menjadi 29 ribu rupiah perkilogramnya. Yuni salah satu pedagang mengaku kenaikan harga dipicu rencana kenaikan harga BBM meski kenaikan harga BBM belum terealisasi.
Imaniyar seorang pembeli mengaku resah dan tidak bisa berbuat banyak. Mereka tidak bisa melakukan pengiritan belanja karena harus makan setiap hari, mereka hanya berharap pemerintah mengendalikan harga agar tidak naik. Sementara pedagang belum bisa memastikan apakah harga sayur-mayur akan kembali turun karena pemerintah belum menaikkan harga BBM, mengingat kulakan mereka ke sentra sayur-mayur seperti Probolinggo, Surabaya dan Malang juga naik. (Abdur Rahem)








