Dukungan terhadap pemerintah kotaSurabaya terkait penutupan lokalisasi prostitusi dolly terus mengalir. Terbukti pagi tadi laskar pembela islam (LPI) Pamekasan menerjunkan lima puluh laskarnya untuk membantu penutupan lokalisasi tersebut. Hal ini sebagai bentuk keprihatinan LPI terhadap kondisi lingkungan dolly Surabaya yang dibranded sebagai tempat maksiat terbesar se-Asia Tenggara. LPI juga tidak hanya melakukan dukungan dengan doa, namun juga akan melakukan dukungan dalam bentuk fisik seperti pengawalan pada saat penutupan lokalisasi dolly dilakukan.

Kelima puluh anggota LPI ini sebelumnya berada di Monumen Arek Lancor yang kemudian diberangkatkan ke Surabaya. Menurut Abd. Azis Syahid selaku ketua LPI Pamekasan, pihaknya beserta para anggotanya berencana untuk berada di Surabaya hingga penutupan lokalisasi dolly selesai dilaksanakan. Sementara pemberangkatan lima puluh laskar tersebut merupakan perintah langsung dari LPI pusat untuk mendukung segala kegiatan yang mengandung kemaslahatan bagi seluruh ummat. (Abdur Rahim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here