Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi masyarakat madura (AMM) di Kabupaten Pamekasan mendatangi kantor bupati dengan membawa sejumlah poster yang berisi tuntutan terhadap janji-janji politik yang diungkapkan bupati saat berkampanye dalam pemilihan Bupati Pamekasan tahun lalu. Selain poster, mereka juga menggelar aksi teaterikal dengan membawa keranda mayat dan berkostum pocong sebagai sindiran terhadap bupati yang dinilai telah mati.
Meski sudah berjalan hampir dua tahun sebagai bupati dan wakil bupati Pamekasan, pasangan Ahmad Syafi’i dan Kholil Asy’ari (Asri) diduga sama sekali tidak melaksanakan 7 program yang mereka janjikan. Sementara pengunjuk rasa saat itu lagi-lagi harus kecewa lantaran bupati enggan menemui mereka dengan alasan bahwa bupati tidak ada di tempat, bahkan mereka menolak karena aksinya hanya ditemui Wabub (wakil bupati) yakni Khalil Asy‘ari dan sekretaris daerah (Sekda) Pamekasan Alwi Beiq. (Abdur Rahim)









