Sumenep, jtvmaduranews.com – Aksi ratusan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam (PMII) Sumenep Jawa Timur, di depan Mapolres Sumenep, atas Insiden meninggalnya aktifis mahasiswa di Kendari, berjalan ricuh.
Kericuhan berawal saat salah seorang oknum polisi diduga melakukan penyerangan terhadap salah satu massa aksi.
Dikarenakan oknum polisi yang melakukan penyerangan terhadap mahasiswa lari kedalam Kantor polisi, para mahasiswa mengancam akan mendatangkan massa yang lebih banyak dan menunggu meskipun sampai malam hari, sampai oknum polisi yang bersangkutan keluar dan meminta maaf langsung di hadapan para mahasiswa.
Bahkan jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, para mahasiswa mengancam akan mendatangkan massa yang lebih banyak dan menunggu meskipun sampai malam hari.
“Sebelum sahabat-sahabat masuk kedalam polres Sumenep, ada oknum anggota polisi yang salah satu Pengurus Cabang PMII Sumenep. Kita menuntut oknum tersebut hadir untuk meminta maaf”. Ungkap Suryadi, korlap aksi.
Sementara, menurut Kapolres Sumenep, terkait insiden yang dilakukan oleh salah satu anggotanya, akan melakukan jalur mediasi dengan mahasiswa dan salah satu oknum polisi yang melakukan pemukulan terhadap salah satu mahasiswa yang menjadi peserta aksi. Bahkan pihaknya meminta maaf kepada mahasiswa, jika pemukulan tersebut benar dilakukan oleh anggotanya.
“Secara kelembagaan kalau memang ada oknum kepolisian yang berbuat yang tidak sesuai SOP, atas nama lembaga saya menyatakan minta maaf”. Kata Akbp Muslimin, Kapolres Sumenep.
Setelah insiden tersebut selesai, para mahasiswa melanjutkan aksi yang menjadi tuntutannya, untuk segera menangkap pelaku penembakan aktifis yang meninggal dunia saat melakukan aksi demo di Kendari Sulawesi Tenggara, dan tuntutan para mahasiswa diapresiasi dengan baik oleh Kapolres Sumenep dan akan disampaikan ke Polda Jatim. (wildan)









