SUMENEP, jtvmaduranews.com – Pasca video viral oknum Camat Batang-Batang, Sumenep, Joko Suwarno yang mengintruksikan seluruh kepala desa setempat untuk mencuri sapinya bagi warga yang tidak mau divaksin, masih terus bergulir dan membuat resah masyarakat.
Kali ini, sejumlah mahasiswa lintas kampus di Sumenep demo Bupati Sumenep Achmad Fauzi, menuntut Camat Batang-Batang itu melakukan klarifikasi secara langsung agar kondisi masyarakat tetap aman dan tidak menimbulkan keresahan.
Kordinator Lapangan aksi Nur Muhammad mengatakan, pernyataan seorang kepala kantor kecamatan ini seharusnya memberikan kebijakan yang tepat dan edukasi yang baik di tengah rendahnya angka vaksinasi saat ini. bukan malah memberikan statement yang membuat masyarakat resah.
“Ada dua tuntutan yang kami minta kepada Bupati Sumenep, Yaitu meminta klarifikasi langsung kepada Bupati, lengkap dengan bukti-buktinya, kalau memang benar-benar Bupati tidak terlibat atau mengintruksikan. Bupati harus menjamin ketertiban dan keamanan masyarakat Batang-Batang secara khusus dan masyarakat Sumenep secara umum,” katanya Korlap Aksi Nur Muhammad kepada wartawan, Senin (23/08/2021).
Pihaknya meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep serius menindak oknum camat tersebut, sesuai peraturan yang berlaku. Karena pernyataan yang sudah viral tersebut membuat masyarakat Batang-Batang resah.
“Masyarakat di bawah sudah resah mas,” ungkapnya.
Kepala Badan Kepegawaian & Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumenep, Abdul Madjid mengatakan, bahwa yang bersangkutan sudah dilakukan proses penindakan sesuai kode etik yang berlaku terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN).
“Kami sudah punya majelis kode etik dan sudah bergerak, Sementara sanksi nya kepada yang bersangkutan adalah teguran moral sesuai kode etik yang berlaku,” Kata Abdul Madjid, kepala BKPSDM usai menemui para demonstran.
Sementara, untuk penegakan sanksi sendiri akan dilayangkan oleh pihak inpektorat dan saat ini sudah dalam proses pemeriksaan.
“Sementara sanksi yang lain adalah urusan inspektorat dan sudah dalam pemeriksaan. Kesimpulannya insyaallah dalam waktu dekat sudah ada kepastian,” imbuhnya
Meski ditemui pihak Pemkab Sumenep, sejumlah mahasiswa ini masih belum puas lantaran aksinya tersebut belum ditemui langsung oleh Bupati Sumenep. Pihaknya menyatakan akan kembali melakukan aksi dengan massa yang lebih banyak, sebelum ada pernyataan sikap secara langsung oleh Bupati Sumenep secara umum atau terbuka. (Wild/San)









