BANGKALAN, jtvmaduranews.com– Masa pandemi Covid-19 ini menjadi pukulan terberat bagi para Industri Kecil Menengah. Pasalnya, mereka mengalami penurunan omzet. Seperti yang dialami pengusaha jasa desain batik Tanjung Bumi Bangkalan Nur Hasanah.

Nur Hasanah menceritakan, di masa pandemi ini, pemesan desain batik dari kalangan pengusaha batik berkurang. Sehingga, omset berkurang drastis.

Perempuan kelahiran Bangkalan itu menggeluti usaha design batik selama 25 tahun. Dalam menyelesaikan satu desain kain batik ukuran 2 M X 1,2 M dengan motif atau corak yang tidak rumit, membutuhkan waktu kurang lebih 1-2 hari dan dijual seharga Rp. 25.000.

Nur Hasanah menjelaskan, jika di hari-hari biasa Nur Hasanah bisa menerima pesanan 5-7 pesanan. Di masa pandemi ini, dia hanya menerima pesanan 1-2 pesanan.

“Di masa pandemi ini pesanan berkurang mas,” kata Nur Hasan kepada wartawan saat ditemui di rumahnya, Senin (23/08/2021)

Meskipun begitu, Nur Hasanah tetap bersyukur karena tidak sedikit pula warga desa yang se profesi dengannya tidak se beruntung dirinya karena masih menerima pesanan desain batik meskipun minim. Dia berharapa pandemi Covid-19 segera berakhir.

“Saya harap pandemi ini segera berakhir dan pemerintah memberikan solusi agar para pekerja desain batik khususnya di desa telaga biru dapat terus eksis,” pungkasnya. (Has/Sah)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here