BANGKALAN, jtvmaduranews.com – Pandemi Covid -19 bisa memunculkan ide-ide kreatif bagi sebagian masyarakat untuk memperoleh penghasilan tambahan.
Seperti Arik Moein seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Bangkalan,Madura, Jawa Timur yang menjadi kolekdol (mengoleksi dan menjual) ikan hias koi. Kolekdol sendiri saat ini mulai menjamur. Selain untuk mengisi waktu di saat PPKM juga dapat menguntungkan dari segi finansial.
Arik menangkap peluang tersebut, berawal dari kesukaannya terhadap ikan koi dan melihat semakin banyaknya masyarakat yang menyukai ikan koi. Arik yang awalnya hanya mengoleksi untuk dinikmati sendiri akhirnya juga menjual ikan koi tersebut dan akhirnya menjadi salah seorang kolekdol ikan koi di Bangkalan.
“Awalnya hobi, sudah 2 tahun ini saya suka ke ikan koi. Namun, lambat laun ada pecinta baru di Kabupaten Bangkalan ini, mereka mulai melirik kolam kami. Maka dari itu karena sama-sama pecinta ikan koi tidak segan-segan untuk menjual ke pengoleksi tersebut,” katanya Arik, Rabu (25/08/2021).
Untuk tetap menjaga kualitas, dia hanya menjual ikan koi yang mempunyai grade B sampai grade high quality dari jenis ikan koi yang diminati oleh masyarakat seperti sowa, gosanke, kohako dan jenis lainnya. Sehingga tidak mengherankan, koleksi arik selalu menjadi rebutan pengoleksi ikan koi di Bangkalan maupun dari luar Bangkalan.
“Untuk sementara ini para pecinta ikan koi pemula lebih banyak meminati koi dengan jenis gosanke,” ungkapnya
Sedangkan harga menurut arik relatif, tergantung jenis dan corak ikan koi.
“Kisaran harga Rp. 200.000- Rp. 500.000 dengan ukuran standart. Kalau jenis dan ukuran ikan koi diatas standart atau biasanya digunakan untuk kontes, harganya diatas Rp. 500.000 bahkan jutaan,” ujarnya
Dia menuturkan untuk memelihara ikan koi di akuarium susah-susah gampang. Namun, yang terpenting adalah menjaga kualitas air akuarium tetap bersih dan selalu mewaspadai penyakit yang ada di ikan koi.
“Seperti kutu, airmonas, jamur dan sebagainya. Namun dengan semakin banyaknya pencinta ikan koi di Bangkalan, masalah ini dapat diatasi dengan saling memberikan informasi antar pencinta koi tentang cara pencegahan dan mengobati penyakit tersebut,” imbuhnya. (Sah/Has).









