Sampang, jtvmaduranews.com – Kartu Identitas Anak yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sampang yang bekerja sama dengan KNPI dan Lakpesdam kabupaten Sampang yang tergabung dalam tim relawan KIA kini sudah bubar.

Hal ini yang menyebabkan carut marutnya pelayan yang diberikan oleh relawan terhadap masyarakat yang ingin mengurus kartu identitas anak.

Ketua Tim Karateker KNPI kabupaten Sampang Laili, mengaku mengundurkan diri dari tim relawan KIA disebabkan anggaran dana program launching kartu identitas anak tidak dicairkan oleh pihak Lakpesdam.

“Anggaran yang saya ajukan kepada lakpesdam untuk program launching kartu identitas anak sebesara Rp. 20 juta namun dicairkan Rp. 15 juta, sisa dari itu masih belum dibayar sampai saat ini,” tutur Laili Dwi Desi, ketua tim Karateker KNPI kabupaten Sampang.

Menanggapi hal itu, ketua Lakpesdam Faisol Ramadhan membenarkan bubarnya tim relawan KIA, hal ini disebabkan karena masalah dana anggaran yang beredar dimasyarakat. Selain itu ia mengaku sisa dana yang belum dibayar itu masalah internal.

“Relawan kia sudah bubar dan masalah dana yang belum dibayar, itu masalah internal saja tidak ada kaitannya dengan pihak lain,” kata Faisal Ramadhan ketua Lakpesdam NU Sampang. (muhdor)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here