Ismail Hasyim dan Moch Sahid : jmnc
Polemik terkait dengan mutasi 142 pejabat yang dilakukan Bupati Momon diakhir masa jabatannya ternyata terus bergulir dengan adanya aksi turun kejalan yang dilakukan ratusan massa yang berasal dari 18 Kecamatan yang ada di Bangkalan ke Kantor Pemkab Bangkalan.
Ratusan massa yang mengatasnamakan Gerakan Masyarakat Bangkalan untuk keadilan ini terus berorasi di depan pintu Gerbang Pemkab Bangkalan yang dijaga ketat petugas kepolisian Polres Bangkalan dan meminta diijinkan masuk menemui PJ Bupati Bangkalan.
Meskipun sempat memanas pada saat terjadinya negosiasi, massa akhirnya diijinkan masuk ke halaman Kantor Pemkab Bangkalan untuk menyampaikan aspirasinya kepada PJ Bupati Bangkalan.
Namun karena PJ Bupati Bangkalan sedang berhalangan ke surabaya, penyampaian aspirasi yang dilakukan perwakilan massa aksi diterima asisten pemerintahan kabupaten Bangkalan yang mana penyampaian aspirasi tersebut dilakukan secara tertutup.
Ada lima tuntutan yang ingin disampaikan massa aksi kepada PJ Bupati Bangkalan diantaranya mendesak PJ Bupati Bangkalan menyelesaikan kasus mutasi 142 pejabat, pecat dan adili ketua baperjakat, pecat dan adili kepala BKPSDA, usut terkait adanya indikasi makelar jabatan dalam kasus mutasi ini dan usut dan telusuri terkait indikasi adanya aliran uang dalam kasus mutasi ini.
Setelah mendapatkan apresiasi dari Asisten Pemerintahan Pemkab Bangkalan yang akan menyampaikan aspirasi massa aksi kepada Bupati Bangkalan, massa aksi melanjutkan aksinya ke kantor BKPSDA Kabupaten Bangkalan.
Sebagaimana di Kantor Pemkab Bangkalan setelah melakukan orasi ratusan massa dari 18 Kecamatan Bangkalan ini masuk dan melakukan penyegelan kantor BKPSDA Kabupaten Bangkalan dengan gembok.
Setelah melakukan penyegelan ratusan massa aksi akhirnya membubarkan diri kembali ke titik awal kumpul mereka di Stadion Gelora Bangkalan dengan pengawalan aparat Kepolisian dari Polres Bangkalan.









