Pamekasan, jtvmaduranews.com – Pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) oleh Pemerintah di kota kota besar seperti Jakarta, Surabaya dan kota lainnya yang memaksa toko-toko tutup sementara usahanya .
Kondisi ini berimbas kepada pengrajin kain batik di daerah . termasuk pengrajin batik di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
Menurut pengusaha setempat, di Desa Klampar Kecamatan Proppo Kabupaten Pamekasan, produksi batik menurun hingga 75 persen dari biasanya dikarenakan tutupnya pertokokoan di kota-kota besar akibat dampak wabah virus corona atau Covid-19.
“Sebelum ada wabah Covid-19, biasanya mampu memproduksi batik sekitar 100-150 potong setiap bulan, namun sekarang hanya bisa memproduksi 25 potong setiap bulan itupun kalau ada orderan melalui online,” kata Ilzamuddin, pengusaha batik.
Sepinya pembeli ini dirasakan oleh pengrajin batik di Pamekasan sejak akhir bulan maret. dan yang paling terasa dampaknya kepada mereka pada bulan April dan Mei karena bersamaan dengan bulan suci Ramadhan dimana mereka sangat membutuhkan biaya untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri.
“Kepada Pemerintah agar diberikan solusi atau akses pemasaran yang bagus di tengah adanya pandemi corona ini dari pada bantuan cuma-cuma yang tidak bisa menjangkau lebih lama untuk keberlangsungan hidupnya,” tambahnya.(hasan)









