Bangkalan, jtvmaduranews.com – Bunyi dentuman besi yang dipukul, percikan api ketika besi dipukul, suara besi panas membara saat dimasukkan ke dalam air saat ini mungkin masih bisa kita lihat dan dengar di Dusun Pandhiyan Desa Arosbaya Kecamatan Arosbaya Bangkalan yang masih terus dipertahankan sekitar tujuh orang empu atau pandhe besi yang ada di kawasan tersebut.

Namun warisan leluhur yang sudah ada sejak ratusan tahun yang silam dan menjadi keahlian dan kebanggaan serta mata pencaharian utama warga dusun pandhiyan pada masa silam ini terancam hanya tinggal kenangan atau musnah seiring perkembangan zaman.

Hal ini dikarenakan kaum muda atau para generasi penerus pandhe besi di Dusun Pandhiyan Arosbaya terutama anak-anaknya lebih suka berburu dollar dengan bekerja sebagai ABK di kapal asing atau pelayaran karena dianggap lebih menjanjikan secara ekonomi.

“Kualitas hasil pandhe besi di Arosbaya memiliki keunggulan daripada daerah lain karena bahan utama yang digunakan memang berkualiatas karena tidak ingin mengecewakan pelanggan , selain itu dia sangat menyanyangkan putranya tidak ada yang mau meneruskan profesinya sebagai pandhe besi” kata Supa’i , pandhe besi asal Arosbaya

Kedepan desa melalui program desa terutam bumdes Desa Arosbaya akan melakukan langkah-langkah agar tradisi leluhur pandhe besi yang ada di Aroabaya ini terus eksis sehingga dapat menarik minat kaum muda ataupun generasi millenial untuk terus melestarikan salah satu khazanah budaya lokal di Bangkalan ini.

“Saat ini generasi penerus para empu di Arosbaya yang di eranya sangat terkenal ini sangat mengkhawatirkan karena generasi penerusnya lebih berorientasi ke penghasilan yaitu berburu dollar atau bekerja di kapal,” kata Suhardi , kades Arosbaya bangkalan. (sahid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here