Bangkalan, jtvmaduranews.com – Deretan tanaman jagung, padi dan rumput yang masih hijau dan segar yang sudah terikat menjadi pemandangan yang dapat dijumpai setiap harinya di sepanjang jalan raya Ketengan, kecamatan Burneh, Bangkalan.
Sendiri atau berkelompok, para penjual pakan ternak di Bangkalan ini, menunggu para peternak yang akan membeli pakan ternak yang mereka jual.
Mayoritas para penjual pakan ternak di daerah ini merupakan para petani ataupun buruh tani yang beralih profesi menjadi penjual pakan ternak.
Salah satunya Halili dan ketiga kawannya warga Burneh, Bangkalan, yang beralih profesi menjual pakan ternak karena tanaman padi dan jagung yang mereka tanam mengalami gagal panen karena serangan hama tikus dan burung.
Keberadaan para penjual pakan ternak di sepanjang akses jalan pintu masuk kota Bangkalan ini disambut baik para peternak sapi dan kambing di Bangkalan. Karena di musim kemarau saat ini sangat susah bagi para peternak mendapatkan pakan untuk sapi dan kambing peliharaannya. Apalagi yang masih hijau dan segar.
Harga pakan ternak yang sudah diikat ini, juga tidak terlalu memberatkan para pembeli pakan ternak. Karena para penjual hanya mematok harga delapan ribu rupiah untuk satu ikat tanaman jagung, sepuluh ribu rupiah untuk satu ikat tanaman padi atau daremeyan dan 15 ribu rupiah untuk satu karung kecil rumput yang masih hijau. (sahid)









