Bangkalan, jtvmaduranews.com – Pemkab Bangkalan melalui instansi terkaitnya Bakesbangpol menggelar rapat kordinasi dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bangkalan guna terus menjaga toleransi dan meningkatkan kerukunan antar umat beragama demi kondusifitas di Kabupaten Bangkalan.
Ada beberapa topik yang menjadi perhatian dalam rakor kali ini,diantaranya viralnya sebuah video di medsos tentang pendeklarasian khilafah yang terjadi di sebuah ponpes yang ada di Bangkalan dan isu-isu nasional lainnya yang saat ini berkembang di masyarakat.
Hal ini dilakukan sebagai salah satu upaya pemda dan fkub untuk mencari solusi bersama agar permasalahan tersebut tidak menyebabkan keresahan dalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara yang dapat mengganggu kedaulatan negara kesatuan Republik Indonesia.
“FKUB tidak alergi terhadap adanya perbedaan tetapi bagaimana solusi dari perbedaan itu nantinya tidak meresahkan kehidupan masyarakat,berbangsa dan bernegara dengan terus mengadakan dialog dengan tokoh lintas agama yang ada di bangkalan sehingga persatuan dan kesatuan tetap terjaga dalam bingkai NKRI,” kata KH.Zainal Abidin ,selaku ketua FKUB Bangkalan
Masyarakat juga dihimbau untuk berhati-hati dan tidak terpengaruh dengan adanya berita-berita yang beredar utamanya dari media sosial sebelum mencari tahu kebenarannya,hal ini dilakukan supaya masyarakat tidak resah sekaligus menjaga kondusifitas kamtibmas didalam kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara.
“Terkait pemberitaan tersebut Bakesbangpol sudah melakukan langkah-langkah dengan melakukan klarifikasi ke pengasuh ponpes tersebut dan berdasarkan klarifikasi pengasuh ponpes tersebut mengatakan yang mengadakan deklarasi adalah pendatang yang menjadi tamu dalam acara maulid nabi dan ini tidak direncanakan dari awal atau terjadi secara spontanitas,” kata Drs.Bambang Setyawan,M.M,. ,kepala Bakesbangpol Kab. Bangkalan. (sahid)









