Sumenep, jtvmaduranews.com – Gerakan Pemuda Ansor Cabang Kabupaten Sumenep, Jawa Timur menghimbau kepada seluruh masyarakat khususnya warga NU untuk tidak terpancing dengan balasan steatmen kelompok-kelompok yang menyebar dimedia sosial, dengan dalih yang dinilai menyudutkan dan menyalahkan bahkan menghina salah satu kyai muda kharismatik NU, atau Nahdlatul Ulama, yang akrab dengan panggilan Gus Muwafiq, usai tausyiah ceramahnya menyebar dan menuai kontroversi dimedia sosial yang dinilai menghina Nabi Muhammad SAW.
“Permasalahan tersebut telah selesai dan tidak perlu diperpanjang lagi serta tidak usah di balas dengan membuat ujuran kebencian yang menjadi perpecahan umat islam , karena yang bersangkutan yakni Gus Muwafiq sudah tabayyun dengan para ulama dan mengklarifikasi isi ceramah yang disampaikan serta meminta maaf langsung melalui video rekaman pribadinya yang disebar di media sosial jika ceramah yang disampaikan salah menurut penilaian beberapa kalangan,” kata M.Muhri, selaku ketua PC.GP Ansor Sumenep
Sementara Komandan Banser Satkorcab Sumenep, mengharap kepada seluruh anak buahnya untuk tidak terpancing emosi, meski menurut pihaknya dinilai sebuah ujaran kebencian saat ini marak dimedia sosial yang juga diduga menghina ulama nu,
“Kepada anggota banser untuk tidak barbar dalam bertindak sebelum ada perintah resmi dari pengurus besar atau PBNU, dikhawatirkan jika bertindak tanpa ada perintah menimbulkan permasalahan baru berakibat fatal dan berkelanjutan serta menjadi pemacah bangsa,” kata Kasatkorcab Banser Sumenep, Naufan
Dari permasalahan tersebut, berharap semua pihak dewasa dalam bertindak demi menjagah kesatuan dan menghindari perpecahan umat islam, karena setiap permasalahan bisa diselesaikan dengan tabayyun atau klarifikasi langsung tidak saling balas dalam bentuk apapun, apalagi sekelas kyai dan ulama yang menjadi panutan umat islam. (wildan)









