Sumenep, jtvmaduranews.com – Kulminasi atau sering disebut fenomena matahari tanpa bayangan, merupakan kondisi saat matahari tepat berada di garis khatulistiwa. Pada saat itu posisi matahari akan tepat berada di atas kepala sehingga menghilangkan semua bayangan benda-benda dipermukaan bumi.

Fenomena matahari tanpa bayangan terjadi di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya dari tanggal 11-15 Oktober 2019, dimulai dari kabupaten Sumenep pada hari Jum’at siang pukul 11.10 WIB dan berlanjut ke tiga kota lain, seperti Bangkalan, Tuban dan  brakhir di kabupaten Banyuwangi.

Fenomena ini dibuktikan oleh badan meteorologi klimatologi dan geofisika kecamatan Kalianget dengan menggunakan tonggak besi khusus.

“Fenomena matahari tanpa bayangan, terjadi dua kali selama dua tahun dan untuk wilayah Jawa Timur dimulai dari kabupaten Sumenep. Karena kabupaten Sumenep lebih dekat dengan titik garis khatulistiwa.” Usman, kepala BMKG Sumenep menjelaskan.

Dari fenomena tersebut  BMKG menghimbau, pada saat kulminasi pertama akan ada peningkatan suhu udara sekitar satu derajat. Masyarakat perlu waspada akan terjadinya dehidrasi. Oleh sebab itu, saat kulminasi pertama diperlukan menambah asupan air. (syaiful/wildan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here