Sampang – Sejumlah Anggota Panitia Kerja (PANJA) PDAM Trunojoyo, Kabupaten Sampang, Jawa timur ,mendatangani salah satu sumber mata air yang di gunakan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Dusun Tengah Desa Gunung Maddah Kota Sampang.
Kedatangan rombongan anggota PANJA PDAM untuk memastikan kondisi pipa induk yang di duga ada kebocoran penggunaan air sehingga anggota PANJA melakukan mengecek alat satu persatu hingga tempat gudang mesin pengontrol. “selama dua tahun terakhir kebutuhan air bersih pelanggan PDAM selalu di keluhkan karena adanya dugaan terjadinya kebocoran penggunaan air”. Kata Samsul Arifin salah satu anggota PANJA PDAM Trunojoyo, Sampang.
Lebih lanjut ia mengatakan pengontrolan yang di lakukannya di sebabkan dari lima titik sumber mata air yang menyuplai ke wilayah kota sampang di ketahui sebanyak 150 liter per detik, sedangkan jumlah pelanggan diketahui sebanyak 8.000 di wilayah kota sampan. Maka asumsi kebutuhan air per Kepala Keluarga (KK) di wilayah sampang kurang lebih sebnyak 80 liter per detik, sehingga masih ada 70 liter per detik air yang hilang.
“Kuat dugaan hilangnya sumber mata air yang menyebabkan PDAM selalu merugi di antaranya yaitu dari sebanyak 24 titik sumber air yang di miliki PDAM, hanya ada 4 titik yang di pasang water meter di pipa induk. Tidak hanya itu keberadaan water meter di pipa pelanggan juga diketahui masih kurang hingga 50% atau sebanyak 4.000 pelanggan masih belum memakai water meter. sehingga kami mendatangi salah satu tempat sumber mata air untuk memastikan penyebab dugaan dari kebocoran air, sambungnya.
Sementara, Subaidi, Staf Perencana PDAM Trunojoyo, Sampang, tidak mengelak dikatakan hingga saat ini di wilayah kota sampang masih kekurangan suplai air. “Kami tidak bisa memastikan secara pasti kekurangan air di wilayah kota sampang,” pungkasnya. (Moh. Zuhri)









