Pamekasan, jtvmaduranews.com – Ratusan guru yang mengatasnamakan Forum Guru Honorer (FGH) non kategori di lingkungan Sekolah Dasar Negeri (SDN) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Rabu siang, 16/10/2019, mendatangi kantor Bupati Pamekasan.

Mereka meminta kesejahteraannya diperhatikan. Karena menurut pengakunnya, yang mereka terima tidak sebanding dengan perjuangan dan pengabdian yang mereka jalani.

Mereka juga meminta diterbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan dari Dinas Pendidikan. Bukan menunutut untuk diangkat menjadi PNS, melainkan hanya SK sebagai syarat untuk mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG). Selain itu, mereka juga meminta ditrerbitkannya jaminan sosial.

Salah satu guru honorer di lingkungan SDN Pamekasan Nur Ismi, menyampaikan jeritan hatinya sambil menangis di depan Wakil Bupati Pamekasan dan pejabat lainnya di ruangan Pemkab Pamekasan.

Guru yang sudah 15 tahun mengajar ini, mengaku digaji mulai Rp. 50 sampai Rp. 350 ribu per bulan. Masuk setiap hari, dari Senin sampai Sabtu. Ia mengaku tidak cukup untuk keperluan setiap hari.

“Saya sudah pernah mengadu ke pihak sekolah agar gaji dinaikkan. Namun, pihak sekolah tidak bisa menaikkan lantaran dana Bantuan Operasi Sekolah (BOS) tidak bisa menganggarkan lebih dari itu,” ungkap Nur Ismi.

Sementara Wakil Bupati Pamekasan Raja’e, mengatakan akan menampung semua keluhan dari guru honorer non kategori ini. Pihaknya akan mengkaji secara mendalam.

“Terkait dengan kesejahteraan tenaga honorer, kita secapat mungkin akan mengkaji. Kita sudah melakukan inventarisasi semua jenjang sekolah di lingkungan Kabupaten Pamekasan. Nanti akan mengukur dengan beban APBD pamekasan,” kata Raja’e.

Setelah melakuan audiensi dan mendengar penjelasan Wakil Bupati Pamekaan bersama pejabat lainnya, ratusan guru honorer Pamekasan ini langsung membubarkan diri. (hasan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here