Bangkalan, jtvmaduranews.com – Pasca disegelnya tpa buluh Kecamatan Socah Bangkalan beberapa waktu yang lalu dan gagalnya negosiasi yang dilakukan bupati dan jajaran forpimda kabupaten bangkalan untuk membuka kembali tpa satu-satunya yang dimiliki pemkab bangkalan mengakibatkan sampah di daerah kota bangkalan menumpuk.

Berdasarkan pantauan reporter kami di beberapa TPS yang ada di Kota Bangkalan seperti di jalan letnan sunarto, jalan trunojoyo, jalan letnan ramli dan jalan kh moh holil dan sepanjang poros jalan dikota Bangkalan sampai siang tadi, sampah masih menumpuk melebihi kapasitas TPS yang ada, bahkan begitu banyaknya, sampah juga menempati sebagian badan jalan.

Bahkan box-box sampah yang disediakan dlh untuk mengatasi sampah agar tidak meluber ke jalan juga tidak mampu menampung sampah yang dibuang oleh masyarakat, bahkan bau tidak sedap yang dikeluhkan warga di sekitar TPA buluh saat ini juha dirasakan oleh warga Kota Bangkalan.

“Dalam waktu dekat ini ada kemungkinan tpa buluh akan dibuka kembali namun waktunya masih belum bisa ditentukan dan untuk sementara pemkab akan mencari lokasi alternatif untuk menampung sementara sampah yang belum terangkut oleh truk-truk DLH,” kata R Abdul Latif Amin Imron , Bupati Bangkalan.

“Berharap pemkab Bangkalan segera mengatasi problem sampah yang menumpuk di TPS ini, untuk menghindari dampak-dampak lainnya dari menumpuknya sampah tersebut,” kata  Atik , warga Bangkalan.

Praktis pasca penutupan TPA oleh warga pada jumat kemarin , sampah -sampah dari berbagai tps di kota bangkalan hanya ditaruk ditruk-truk dlh , bahkan kapasitas 10 unit truk yang dimiliki dlh untuk mengangkut sampah tidak dapat menampung sampah masyarakat Bangkalan yang setiap harinya mencapai kurang lebih 50 ton. (sahid)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here