Bangkalan, jtvmaduranews.com – Setiap Bulan Robiul Awal atau Maulid Nabi, masyarakat Madura memiliki tradisi yang sudah dilakukan secara turun temurun yang disebut molodan yang dilakukan satu bulan penuh yang puncaknya diperingati tanggal 12 Robiul Awal, selain itupula ada tradisi cocoghen yang diperingati oleh masyarakat dalam menyambut datangnya bulan Maulid Nabi tepatnya pada malam tanggal 1 Robiul Awal.
Hal ini menjadi salah satu keunikan tradisi cocoghen di Madura yang selalu ditunggu-tunggu utamanya oleh anak-anak, apalagi ketika mereka mendapatkan buah yang banyak saat berebut dengan anak-anak yang lain, dan biasanya mereka akan saling memperlihatkan buah yang didapatkan kepada temannya yang lain.
Cocoghen sendiri merupakan wujud rasa suka cita masyarakat muslim Madura karena bulan Robiul Awal merupakan bulan kelahiran baginda Nabi Muhammad SAW, tradisi ini juga sebagai ajang mempererat tali silaturrahmi antar warga sekaligus edukasi bagi generasi muda untuk tidak melupakan tradisi atau budaya islam yang sudah mengakar di masyarakat.
“Senang mengikuti tradisi cocoghen apalagi ketika momen berebut buah yang sudah waktunya dibagikan oleh panitia, kyai ataupun ustad di tengah-tengah acara peringatan cocoghen”. Kata Upik , Peserta Cocoghen
Hal unik lainnya dalam peringatan cocoghen sendiri biasanya yang dibagikan atau diberikan kepada masyarakat dan anak-anak memang satu jenis berupa buah-buahan saja baik itu nanas, salak, semangka dan lain sebagainya yang merupakan urunan dari masyarakat yang berada di sekitar masjid atau musholla. (sahid)









