Sebagaimana diyakini umat islam bahwa pada 10 malam terakhir di Bulan Ramadhan atau dalam Bahasa Madura biasa dikenal dengan sebutan “Malam Likuran” atau malam Lailatul Qodar yakni malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Kendati tak banyak kalangan yang lagi antusias dengan hal tersebut, namun anak-anak di Kabupaten Salak masih merayakannya dengan suka cita. Terbukti sejak sore para orang tua telah mempersiapkan obor bagi anak-anak mereka untuk menggelar tradisi “Luk-Culuk” dalam menyambut datangnya malam yang istimewa itu.
Tradisi “Luk culuk” atau lagu yang dinyanyikan dengan menyalakan obor secara bersamaan oleh puluhan anak yang berkumpul di tanah lapang. Dalam perjalanan ke tanah lapang itu, anak-anak ini bernyanyi lagu “Luk-Culuk” sebagai bentuk panggilan bagi teman sejawatnya. Menurut salah satu warga setempat Ahmad Fathoni yang juga ikut andil memeriahkan kegiatan tersebut mengatakan, setelah tiba di tanah lapang puluhan anak-anak langsung berjalan mengelilingi lapangan sambil melantunkan shalawat nabi. Hal ini dilakukan sebagai bentuk suka cita sekaligus pemberitahuan kepada masyarakat bahwa malam likuran telah tiba. (Buyung Pambudi)









