Meski proses rekapitulasi di tingkat komisi pemilihan umum (KPU) Provinsi Jawa Timur telah berlangsung tadi malam, namun sampai saat ini masih menimbulkan perdebatan. Pasalnya, hasil surat suara (SS) di 17 tempat pemungutan suara (TPS) Desa Bire Barat, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang menuai protes. Berdasarkan rekomendasi Panwaslu Jatimu melalui Panwas Kabupaten Sampang merekomendasikan pada jam 18:00 Wib ke-17 kotak suara di TPS tersebut dihitung ulang. Namun KPU Sampang gagal melaksanakannya, pasalnya saksi dari pasangan Capres-Cawapres nomor urut 2 tidak hadir.

Setelah 5 jam menunggu saksi nomor urut 2 (Jokowi-JK) tak kunjung dating, KPU Sampang beserta Panwaslu setempat yang didampingi seluruh aparat kepolisian menggelar musyawarah untuk melakukan kesepakatan bersama hingga memutuskan penghitungan ulang akan dilaksanakan hari ini Sabtu 19 Juli 2014. Sementara untuk menjaga keamanan kotak suara, pihak kepolisian setempat melakukan penjagaan ketat dan menyegel Gudang KPU Sampang menggunakn gembok.

Menurut Miftahur Rozak selaku Komisioner KPU Sampang mengatakan, berdasarkan hasil musyawarah Panwslu Sampang merekomindasikan agar tidak dilakukan penghitungan ulang di 17 TPS karena saksi dari Capres-Cawapres nomor urut 2 tidak hadir sehingga ditunda. Sementara menurut pengakuan Ahmad Ripto selaku anggota Panwaslu Sampang, keputusan tersebut diambil karena tidak qorum sebab tidak dihadiri 4 Komisioner KPU dan saksi nomor urut 2.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Reporter JTV Madura, proses perekapan tingkat provinsi Jawa Timur hingga pukul 22.00 Wib tadi malam masih berjalan 40% atau dari 38 kabupaten masih selesai 16 kabupaten. Sehingga diperkirakan akan dilanjutkan hingga hari ini karena kondisi dalam rapat terbuka rekapitulasi di tingkat Provinsi Jawa Timur berjalan alot. (Fathor Rozi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here