Bangkalan, jtvmaduranews.com – Dikarenakan arus air yang berat yang disertai angin yang cukup kencang membuat sebagian besar perahu peserta lomba dayung tradisional di Bangkalan banyak yang tenggelam namun tidak mengurangi kemeriahan acara yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Kota Bangkalan ke-488.
Lomba dayung tradisional sendiri diikuti sebanyak 85 peserta yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dari berbagai daerah pesisir di Bangkalan, seluruh peserta berlomba berusaha mendayung perahunya secepat mungkin ke garis finish dengan jarak tempuh sejauh 100 meter.
Selain untuk menyemarakkan Hari Jadi Kota Bangkalan ke-488 , lomba perahu dayung ini juga sebagai salah satu wujud melestarikan budaya yang ada di Madura dimana masyarakat Madura dikenal sebagai masyarakat maritim yang tangguh dengan spiritnya abhantal ombak asapo’ angen.
“Kegiatan ini diyakini dapat menarik perhatian masyarakat sehingga kedepan berdampak kepada masyarakat utamanya meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar sekaligus sebagai salah satu bentuk sosialisasi yang efektif agar masyarakat turut menjaga kebersihan lingkungan utamanya di daerah sungai dan sekitarnya”. Kata AKBP Rama Samtama Putra, S.IK.,M.SI.,M.H., , Kapolres Bangkalan
“Kesulitan saat mendayung diakibatkan arus air yang sangat berat dan angin yang kencang namun dia tetap senang mengikuti lomba perahu dayung tradisional pada tahun ini”. Kata Hafid , Peserta Lomba Dayung Tradisional
Meskipun cuaca sangat terik, minat masyarakat bangkalan yang ingin menyaksikan lomba dayung tradisional sangat luar biasa, hal ini terlihat di sepanjang pinggiran sungai lebak bandaran yang kerap digunakan warga pergi melaut penuh sesak dengan masyarakat. (sahid)









